Majapahit Kecil Non Akrilik

Hadirkan nuansa sejarah maritim Indonesia ke dalam ruangan Anda dengan Miniatur Kapal Layar Majapahit. Miniatur ini merepresentasikan perahu penjaga pantai dari Kerajaan Majapahit abad ke-13 yang terkenal sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Dibuat dengan kayu berkualitas tinggi oleh pengrajin lokal berpengalaman, setiap detailnya dirancang autentik: mulai dari layar, tali-temali, hingga bentuk lambung perahu.


Spesifikasi Produk:

  • Panjang: 20 cm
  • Lebar: 9 cm
  • Tinggi: 16 cm
  • Tatakan kayu elegan (tanpa kaca akrilik)
  • Finishing varnish halus, menambah kesan mewah

Kapal Majapahit: Warisan Maritim Nusantara dari Mojokerto

Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara pada abad ke-13 hingga ke-15. Kejayaannya tidak hanya dibangun lewat kekuatan di daratan, melainkan juga melalui armada laut yang tangguh dan mampu menaklukkan samudra. Salah satu simbol kebesaran itu adalah kapal Jung Jawa atau yang lebih dikenal dengan kapal Majapahit. Kapal besar dengan layar menjulang ini menjadi alat transportasi perdagangan, diplomasi, sekaligus kendaraan perang yang membawa Majapahit menguasai jalur perdagangan laut Asia.


Kini, semangat kejayaan bahari tersebut dihidupkan kembali melalui karya seorang seniman dari Mojokerto, Jawa Timur, bernama Djuhhari Witjaksono. Dengan keterampilan dan kecintaan mendalam pada sejarah, ia menciptakan miniatur Kapal Majapahit yang detail, elegan, dan penuh makna budaya. Karya ini bukan sekadar pajangan, melainkan bentuk nyata pelestarian sejarah maritim Nusantara.


Sejarah Kapal Majapahit dan Peranannya di Nusantara

Kapal Majapahit adalah kapal layar raksasa dengan lambung kuat dan lebar. Tenaga utamanya berasal dari tiupan angin, namun tetap dilengkapi dengan dayung manusia untuk manuver di perairan tertentu. Pada masa kejayaan Majapahit, terutama abad ke-14, kapal ini memiliki peran ganda:

  • Sebagai armada perang, kapal Jung mengangkut ratusan prajurit, senjata, hingga logistik perang.
  • Sebagai kendaraan diplomasi, kapal ini membawa utusan kerajaan ke negeri jauh.
  • Sebagai kapal dagang, Kapal Majapahit mengangkut rempah-rempah, hasil bumi, dan barang dagangan ke berbagai wilayah Asia, bahkan hingga Samudra Hindia.

Catatan sejarah, relief candi, hingga manuskrip asing menyebutkan bahwa kapal Majapahit mampu menempuh perjalanan ribuan kilometer, menjelajah hingga Tiongkok, India, bahkan Afrika Timur. Hal ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia telah memiliki teknologi maritim maju jauh sebelum bangsa asing datang.


Djuhhari Witjaksono: Seniman Miniatur Kapal dari Mojokerto

Di Mojokerto, yang merupakan pusat peninggalan Majapahit, hiduplah seorang pengrajin sekaligus seniman bernama Djuhhari Witjaksono. Ia dikenal sebagai tokoh yang gigih menghidupkan kembali jejak kejayaan bahari Majapahit melalui karya miniatur kapal.


Bagi Djuhhari, membuat miniatur kapal bukan sekadar keterampilan tangan, melainkan juga panggilan jiwa untuk melestarikan budaya. Ia memadukan ketekunan, pengetahuan sejarah, serta seni ukir kayu untuk menciptakan karya yang detail dan mendekati bentuk aslinya. Hasil karyanya kini dikenal luas, dikoleksi oleh pecinta seni, lembaga pendidikan, hingga wisatawan budaya.


Bahan Baku Miniatur Kapal Majapahit

Miniatur Kapal Majapahit karya Djuhhari dibuat dengan bahan pilihan yang berkualitas, di antaranya:

  • Kayu jati, mahoni, atau sonokeling untuk badan kapal. Kayu ini kuat, tahan lama, dan memiliki serat indah.
  • Benang katun atau nilon sebagai tali-temali layar.
  • Kain khusus yang menyerupai tekstur layar asli pada masa Majapahit.

Pemilihan bahan tidak hanya didasarkan pada kekuatan, tetapi juga estetika dan kesan autentik agar miniatur benar-benar menghadirkan nuansa kapal zaman kejayaan Nusantara.


Proses Pembuatan Miniatur Kapal Majapahit

Setiap miniatur kapal buatan Djuhhari melewati tahapan panjang dan teliti. Prosesnya antara lain:

  • Riset sejarah – Menggali informasi dari naskah kuno, relief candi, hingga catatan asing.
  • Pembuatan desain – Sketsa detail dibuat agar ukuran dan proporsi kapal sesuai bentuk aslinya.
  • Pemilihan kayu dan pemotongan – Kayu berkualitas dipotong sesuai pola dasar kapal.
  • Perakitan – Semua bagian seperti badan kapal, tiang layar, tali-temali, hingga ornamen disusun dengan presisi.
  • Finishing – Proses akhir berupa penghalusan kayu, pelapisan pelitur, dan perapian detail agar kapal tampak indah dan tahan lama.

Setiap miniatur bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tergantung tingkat kerumitan dan ukurannya. Hal ini membuat setiap karya memiliki nilai seni tinggi sekaligus bernilai koleksi.


Nilai Seni, Edukasi, dan Koleksi

Miniatur Kapal Majapahit buatan Djuhhari Witjaksono memiliki nilai lebih dari sekadar dekorasi. Beberapa nilai pentingnya antara lain:

  • Nilai seni: Setiap detail dibuat dengan presisi, menghadirkan karya seni ukir kayu yang indah.
  • Nilai edukasi: Miniatur ini menjadi sarana pembelajaran sejarah maritim Nusantara bagi generasi muda.
  • Nilai koleksi: Banyak kolektor, instansi, hingga pecinta budaya yang menjadikannya koleksi berharga.

Kapal ini juga sering digunakan sebagai cenderamata eksklusif, dipamerkan dalam acara kebudayaan, hingga menjadi ikon Mojokerto sebagai kota sejarah Majapahit.


Warisan Budaya yang Terus Hidup

Lewat tangan Djuhhari Witjaksono, warisan kejayaan bahari Majapahit tetap hidup dan bisa dinikmati hingga kini. Miniatur kapal karyanya bukan hanya mengingatkan kita akan masa lalu, tetapi juga membangkitkan rasa bangga sebagai bangsa maritim. Dari Mojokerto, karya ini membawa pesan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dengan membaca buku sejarah, melainkan dengan menghadirkannya kembali dalam bentuk nyata.


Miniatur Kapal Majapahit buatan Djuhhari adalah bukti bahwa sejarah bisa terus diwariskan dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut ulung yang mampu menguasai lautan luas.